Fidyah, karena tidak mampu berpuasa ramadhan

Bayar Fidyah karena tidak mampu puasa ramadhan

Landasan Hukum

Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah/2:184

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةُ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرُُ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Beberapa hari yang telah ditentukan, maka barangsiapa di antara kalian yang sakit atau dalam bepergian, wajib baginya untuk mengganti pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang mampu berpuasa (tapi tidak mengerjakannya), untuk membayar fidyah dengan memberi makan kepada seorang miskin. Barangsiapa yang berbuat baik ketika membayar fidyah (kepada miskin yang lain) maka itu lebih baik baginya, dan apabila kalian berpuasa itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui“.

Potongan ayat di atas yang berbunyi:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “

“Dan wajib bagi orang mampu berpuasa (tapi tidak mengerjakannya), maka dia membayar fidyah dengan memberi makan kepada seorang miskin”.

Kebanyakan ulama berpendapat, bahwa ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) ketika pertama kali diwajibkan puasa, namun karena puasa telah memberatkannya maka wajib baginya adalah penggantinya, yaitu fidyah”.

Adapun orang-orang yang bisa atau wajib membayar fidyah;

Kriteria orang-orang di bawah ini kemudian tidak mampu berpuasa ramadhan maka bisa membayar fidyah sebagai pengganti puasanya yang ditinggalkan.

  1. Orang yang tua (jompo) laki-laki dan wanita yang merasa berat apabila berpuasa.
  2. Orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya.
  3. Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri sendiri dan bayinya.

Bayar Fidyah sekarang?

Ukuran dan jenis yang harus dikeluarkan dalam fidyah;

Fidyah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah haripuasa yang ditinggalkan untuk satu orang dari setiap hari ramadhan. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang miskin.

Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’I, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum (kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa).

Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha’ gandum. (Jika 1 sha’ setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha’ berarti sekitar 1,5 kg). Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras.

Bayar fidyah bisa dekeluarkan dalam bentuk uang;

Menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku seperti 1,5 kilogram makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah. Jika makanan pokoknya beras dengan nilai Rp. 10.000,- per kg. maka fidayah setelah diuangkan Rp. 15.000,- per hari.

Contoh: Seumpama seseorang tidak mampu berpuasa ramadhan (karena kriteria di atas) selama 30 hari, wajib baginya mengeluarkan fidyah setiap satu hari 1 mud. Maka 30 dikali Rp. 15.000,- = Rp. 450.000,-

Bayar Fidyah sekarang?

Penulis: Dedi AR.

Referensi: https://almanhaj.or.id/3146-fidyah-di-dalam-puasa.html, https://baznas.go.id/fidyah